Tujuan PMII

Tujuan PMII
Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Senin, 05 Desember 2011

Diskusi Rekayasa Sosial




SUBANG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menggelar diskusi tentang Rekayasa Sosial di Sekretariat PMII Jalan Gang Dukuh No 3, Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan, Senin (5/12).

Kegiatan ini sebagai upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kader-kader PMII Subang tentang Rekayasa Sosial yang kemudian materi ini mampu diinternalisasikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran dan telaah organisasi PMII.

Diskusi ini dihadiri oleh anggota-anggota PMII Subang perwakilan kader yang tersebar dari beberapa kampus dan perguruan tinggi di Kabupaten Subang yang terdiri dari STAI Miftahul Huda Subang, STKIP Subang, STIE Miftahul Huda Subang, dan Universitas Subang.

Menurut Pemateri diskusi ini, Zainal Abidin yang juga sebagai mantan Ketua Umum PMII Subang menuturkan kepada RAKA, bahwa terkait dengan Rekayasa Sosial, sebagai kader PMII juga  perlu memahami apa yang disebut dengan problem sosial dan problem individu.

“Sebuah proyek Rekayasa Sosial ditetapkan, itu karena adanya kondisi nyata yang tidak seperti apa yang diharapkan. Seperti misalnya ada keinginan kita untuk memiliki sebuah institusi pemerintahan dan system yang betul-betul menegakkan hukum, bebas dari intervensi asing dan mampu mensejahterakan masyarakat. Namun faktanya ternyata system kita adalah mandul dalam penegakkan hukum, selalu diintervensi asing dan gagal dalam mensejahterakan masyarakat. Maka disini ada ketidak sesuaian antara yang yang diharapkan dengan hal yang nyata. Dipandang dari sudut hal yang ideal dan nyata, kondisi real seperti ini yang disebut sebagai sebuah masalah sosial atau problem sosial,” ungkap Zainal.

Sementara menurut Ketua Umum PMII Cabang Subang Subang, Fathurrahman menuturkan bahwa diskusi ini adalah sebagai upaya pemberian pemahaman kepada kader PMII Subang agar dengan Materi Rekayasa Sosial ini mereka mampu membedahnya dalam perspektif telaah organisasi dan diinternalisasikan dengan faham-faham ke PMII an.

“Sampai hari ini banyak ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, dengan diskusi ini diharapkan mampu melahirkan sebuah essensi yang sekiranya bisa diaktualisasikan dalam bentuk nyata. Kedepan, anggota PMII jangan hanya berwacana, tapi harus benar-benar di buktikan dalam bentuk realisasi sebuah refleksi apapun bentuknya,” ungkap Fathur. (ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar