Rencana pembuatan kaos PMII Cabang Kabupaten Subang yang didesain khusus oleh sahabat-sahabat. masih dalam tahapan perintisan sih, namun hal ini sebagai gambaran awal dan masih dalam tahapan penyempurnaan. mudah-mudahan kepengurusan periode 2012-2013 ini bisa direalisasikan. kita tunggu nanti. buat sahabat2 yang berminat bisa hubungi kami...
Sekretariat: Jl. Rancasari Dalam Gg. Dukuh III No. 64 Pamanukan Subang / Jl. Dharmodiharjo No. 04, Sukamelang-Subang, 41211 E-mail: pcpmii.subang@gmail.com / Phone.087760803612-085222290806
Rabu, 09 Januari 2013
Rabu, 26 Desember 2012
PMII Subang Menolak Rencana Pengadaan Mobil Dinas Baru DPRD Subang
SUBANG, - Puluhan Mahasiswa
yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang
melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembelian mobil dinas baru untuk DPRD
Kabupaten Subang. Jum'at (21/12/20.
Aksi yang diawali berjalan
kaki sambil mendorong sepeda motor sebagai simbol penolakan, massa kemudian dilanjutkan dengan membakar ban
bekas di depan Kantor DPRD, sambil terus melakukan orasi penolakan atas rencana
pembelian mobil dinas baru.
"Kami PMII Cabang
Subang menolak keras atas adanya rencana pembelian mobil dinas baru untuk
anggota Dewan. Harusnya anggota dewan mengetahui bagaimana kondisi masyarakat
kecil yang menjadi korban atas kebijakan yang salah dan tidak pro rakyat,"
teriak Orator Aksi Abdun Nasir.
hal ini, tambah Nasir jelas
menunjukan ketidak berpihakan anggota dewan terhadap pembangunan Kabupaten
Subang, karena harusnya DPR bisa mewakili rakyat bukan malah memikirkan
kepentingan sendiri.
"DPRD Subang telah
menyakiti rakyat, mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan
masyarakat," ujarnya.
Menurut Koordinator Aksi,
Toto Taufiq Munajat, anggota DPRD Subang tidak pantas menjadi wakil rakyat,
sudah terlalu banyak penghianatan yang dilakukan oleh DPR, mulai dengan
mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat sampai dengan selalu mengedepankan
kepentingan pribadi. "Oleh karena itu Kami menolak rencana pembelian mobil
dinas baru untuk anggota Dewan," ujarnya.
Orasi yang dilakukan oleh
PMII semakin memanas ketika tidak ada satupun anggota Dewan yang menemui
mereka, untuk menyampaikan bagaimana tanggapanya. Merasa jengkel karena tidak
diperhatikan, massa aksi menyandera salah satu mobil berflat merah yang
terparkir di halaman parkir DPRD Subang. kemudian menerobos masuk ke gedung
DPRD dan melakukan penggeledahan ruangan fraksi satu persatu untuk bisa meminta
pandangan anggota dewan atas rencana pembelian mobil dinas baru itu.
Hasil penggeledahan tidak
ada satu pun anggota dewan yang ditemui, akhirnya puluhan massa itu membubarkan
diri dengan berjanji akan kembali lagi untuk bisa memastikan bahwa rencana
pembelian mobil dinas adalah kebijakan yang salah.
"Kami kecewa dengan
tidak ada satupun anggota dewan yang dapat ditemui, oleh karena itu, Kami akan
terus melakukan aksi untuk bisa menggagalkan pembelian mobil dinas baru
itu," ujar Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin.
Menurut Ade, rencana
pembelian mobil dinas baru itu harus dikaji ulang, karena di Kabupaten Subang
masih banyak masyarakat yang membutuhkan kebijakan yang langsung bersentuhan
dengan masyarakat.
"Dengan porsi APBD 70
persen untuk belanja tidak langsung dan 30 persen belanja langsung menunjukan
bahwa pemerintah Kabupaten Subang tidak peduli akan nasib rakyatnya,"
tegas Ade.
Sebelumnya diberitakan,
Skertaris DPRD Kabupaten Subang, Abdurakhman membenarkan bahwa ditahun 2013
mendatang DPRD akan mendapatakan tambahan kendaran roda empat jenis Avanza
dengan anggaran sebanyak Rp.4,5 milyar. "Dari jumlah anggaran itu, Kita
akan peruntukan bagi 18 kendaran roda empat jenis Avanza," ujar
Abdurrakhman.
Dari 18 kendaran tersebut,
nantinya akan di peruntukan bagi para anggota DPRD Kabupaten Subang yang masih
mengunakan kendaran Isuzu Phanter tahun 2004, dimana saat ini dari 50 Anggota
DPRD Subang yang masih mengunakan Mobil Iszu Phanter tahun 2014 ada 18 orang.
Adapun realisasi Mobdin DPRD menurut Abdurakhaman akan dilakasanakan sekitar bulan Juni 2013 mendatang, setelah melalui lelang secara terbuka.
"Untuk saat ini Kami belum bisa menentukan nominal per Mobdin DPRD, karena realisasinya baru akan kita laknasanan sekitar bulan Juni 2013 mendatang, terus harga mobil itu kan fluktuasi," ujarnya.
Adapun realisasi Mobdin DPRD menurut Abdurakhaman akan dilakasanakan sekitar bulan Juni 2013 mendatang, setelah melalui lelang secara terbuka.
"Untuk saat ini Kami belum bisa menentukan nominal per Mobdin DPRD, karena realisasinya baru akan kita laknasanan sekitar bulan Juni 2013 mendatang, terus harga mobil itu kan fluktuasi," ujarnya.
Saat disinggung mengenai
banyaknya keritikan dalam pengadan Mobdin DPRD, Abdurakhman enggan memberikan
komentarnya. "Kalau pun ada kritikan, itu bukan ranah Kami untuk
menjawab," ujarnya.
Peringati Hari Anti Korupsi Dan HAM, PMII Blokir Jalan
SUBANG- Puluhan massa yang
tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten
Subang menggelar aksi unjuk rasa terkait peringatan hari Anti Korupsi Sedunia
dan Hak Azazi Manusia (HAM) di gedung DPRD Subang, Jl. Dewi Sartika Subang,
Selasa (12/12/2012).
Aksi yang diawali dengan
pemblokiran jalan Wangsaghparana ini dikawal ketat puluhan aparat yang mengawal
jalannya aksi yang sempat kesulitan mengurai kemacetan. Namun aksi pemblokiran
jalan ini tidak berlangsung lama karena massa meneruskan aksinya menuju gedung
DPRD Subang. Sesampainya di halaman Gedung DPRD, massa membakar ban bekas
sebagai simbol reaksi sosial akibat kebijakan yang tidak pro rakyat. Setelah puas
berorasi massa meneriakkan yel-yel kecaman terhadap institusi DPRD karena tidak
ada satupun anggota dewan yang ada di dalam kantornya.
"Kemana para wakil
rakyat ini. Jika betul tidak ada, kita acak-acak gedung ini dan segel gedung,
mobil serta fasilitas lainnya", teriak salah seorang orator dalam orasinya.
Namun, Tidak beberapa lama,
salah seorang anggota DPRD subang Beni Rudiono tampak baru hadir di tempat
kerjanya. Turun dari kendaraanya, langsung menemui pengunjuk rasa.
Massa PMII tersebut
mengkritisi kebijakan DPRD Subang yang beberapa hari lalu mengetuk palu
pengesahan APBD 2013 senilai Rp1,5 Triliun. Dana sebesar itu berpotensi untuk
dikorupsi oleh tikus-tikus berdasi. Massa PMII mendesak gantung semua pejabat
pemakan dana APBD. Sambil
membentangkan spandung yang bertuliskan “Tutup Mulut Dan Katakan TIDAK” massa yang sudah geram ini tidak henti-hentinya mengeluarkan yel-yel kecaman terhadap institusi wakil rakyat tersebut.
“kebijakan itu jelas-jelas telah mengindikasikan terbukanya peluang untuk korupsi. Oleh karena itu dalam refleksi hari anti korupsi ini DPRD harus benar-benar serius dalam menjalankan fungsinya sebagai pengontrol jalannya pemerintahan di Kabupaten Subang ini,” tegas korlap Aksi Saepul Imron.
Masih menurut Imron, dengan perbandingan angka 70:30 % ini jelas akan mempengaruhi kepada terhambatnya pembangunan di Kabupaten Subang. "Kebijakan tidak prorakyat kembali terjadi di Subang, pada APBD 2013 persentase antara belanja lansung dan tidak langsung 30:70 dari Rp1.5 triliun. Dana hanya 30% itu cukup untuk apa? Itu belum disunat, dipotong dan dikorup," tegas Imron.
Sementara itu, Ketua Umum PMII Subang Ade Mahmudin masalah infrastruktur, fasilitas warga dan lainnya menjadi kebutuhan utama warga. Mirisnya, dengan fakta yang ada, hampir setiap tahun persentase belanja langsung pada APBD tidak beranjak di atas 30%.
membentangkan spandung yang bertuliskan “Tutup Mulut Dan Katakan TIDAK” massa yang sudah geram ini tidak henti-hentinya mengeluarkan yel-yel kecaman terhadap institusi wakil rakyat tersebut.
“kebijakan itu jelas-jelas telah mengindikasikan terbukanya peluang untuk korupsi. Oleh karena itu dalam refleksi hari anti korupsi ini DPRD harus benar-benar serius dalam menjalankan fungsinya sebagai pengontrol jalannya pemerintahan di Kabupaten Subang ini,” tegas korlap Aksi Saepul Imron.
Masih menurut Imron, dengan perbandingan angka 70:30 % ini jelas akan mempengaruhi kepada terhambatnya pembangunan di Kabupaten Subang. "Kebijakan tidak prorakyat kembali terjadi di Subang, pada APBD 2013 persentase antara belanja lansung dan tidak langsung 30:70 dari Rp1.5 triliun. Dana hanya 30% itu cukup untuk apa? Itu belum disunat, dipotong dan dikorup," tegas Imron.
Sementara itu, Ketua Umum PMII Subang Ade Mahmudin masalah infrastruktur, fasilitas warga dan lainnya menjadi kebutuhan utama warga. Mirisnya, dengan fakta yang ada, hampir setiap tahun persentase belanja langsung pada APBD tidak beranjak di atas 30%.
“Kami menghimbau publik
harus mewaspadai dan mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Kepada pengguna
anggaran, kami meminta tidak menghambur-hamburkan dana APBD. Manfaatkan
penggunaan APBD untuk kesejahteraan rakyat dan jangan menghamburkan. Kita juga
meminta tindak tegas terhadap pelaku korupsi," tandas Ade.
Selain mengusung Issu
korupsi, Massa PMII Subang ini meminta kepada DPRD agar dalam
kebijakan-kebijakannya jangan ada unsur yang mengarah kepada
penyimpangan-penyimpangan sosial yang berindikasi terhadap pelanggaran Hak
Azazi Manusia.
Minggu, 11 November 2012
Ratusan Lilin Menerangi Taman Makam Pahlawan Subang
SUBANG- puluhan massa yang tergabung dalam
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kabupaten Subang menggelar 1000
lilin untuk pahlawan Indonesia dan refleksi hari pahlawan di taman makam
pahlawan yang terletak di Kampung
Cidongkol Kelurahan Pasir Karembi, Kecamatan Subang, Minggu/11/12, dini
hari kemarin.
Sambil membawa lilin, puluhan massa tersebut nampak
berbaris rapi melangkah pelan diiringi lagu wajib nasional “Gugur Bunga” dan “Syukur”
menuju kompleks pemakaman. Derap langkah itu seakan memicu seseorang mahasiswa
berteriak lantang membacakan puisi-puisi perjuangan sebagai bentuk penghormatan
kepada para pahlawan yang telah gugur. Tak lama kemudian berhenti di sebuah
gerbang yang penuh cahaya lilin. Kemudian dengan lirih, sebuah doa dilantunkan.
Menghantarkan puluhan mahasiswa itu pada renungan yang terdalam.
Selain itu, aksi teatrikal yang diperagakan oleh
massa PMII Subang tersebut, mengundang perhatian banyak masyarakat yang
berdesak-desakan ingin menyaksikan lebih dekat. Rasa haru tergambar dari wajah mereka
yang menyaksikan aksi tersebut.
Menurut Ketua Umum PMII Cabang Subang Ade
Mahmudin, bahwa hal itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap jasa para
pahlawan yang telah berjuang membela Bangsa dan Negara.
“Kami datang kesini untuk berziarah. Dimana,
sebagai momentum peringatan hari pahlawan tentunya kami ingin memberikan yang
terbaik kepada mereka yang telah berjuang untuk Bangsa dan Negara ini dengan
lantunan do’a untuk para pahlawan. Semoga mereka mendapatkan tempat yang layak
disisi Allah,” papar Ade.
Selain berziarah, lanjut Ade kegiatan ini
dijadikan sebagai pesan moral untuk para penerus Negeri ini. dimana, para
pahlawan harus benar-benar dijadikan sebagai contoh untuk membangun Negeri.
“Yang terpenting adalah bagaimana pesan-pesan
moral ini kami suarakan kepada semua pihak sebagai penerus Negeri ini bahwa
eksistensi para pahlawan yang telah gugur di medan juang tentunya harus
benar-benar dijadikan contoh untuk semua pihak. Terutama kepada para Pejabat
yang cenderung berjuangnya hanya untuk kepentingannya sendiri,” lanjutnya.
Dalam orasi kebangsaannya Ade berharap agar
perhatikan nasib para veteran yang sampai saat ini nasibnya masih sangat
memprihatinkan.
“Veteran itu aset Negeri, tanpa mereka Negara ini
tidak akan merdeka. Untuk itu saya berharap agar Pemerintah hari ini mulai
membuka mata agar memperhatikan nasib para Veteran ini dengan memberikan
kesejahteraan dan hidup yang layak di hari tuanya,” pungkasnya.
Minggu, 04 November 2012
PMII Dan Banom NU Gelar Baksos
SUBANG- Keluarga Besar Badan Otonom NU menggelar
aksi solidaritas peduli korban kebakaran Pondok Pesantren Ibnu Fu’ad Pabuaran
dengan menggalang dana di Fly Over Pamanukan, Minggu/ 04/ 11/ 2012.
Aksi ini diikuti oleh puluhan massa yang terdiri
dari beberapa badan otonom NU seperti Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar
Putra NU (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Cabang Kabupaten Subang.
Menurut Ketua GP Ansor kabupaten Subang, Asep
Alamsyah Heridinata, bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan
solidaritas terhadap nasib Pondok Pesantren Ibnu Fu’ad Pabuaran yang satu
minggu yang lalu mendapatkan musibah kebakaran.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap
nasib Pondok Pesantren tersebut yang satu minggu yang lalu habis tidak tersisa
dilalap sijago merah. Mudah-mudahan hasil yang kami dapatkan sekarang ini mampu
meringankan beban mereka yang menjadi korban dan bisa menjalankan aktivitas
belajar megajar seperti biasanya,” papar Asep.
Di tempat terpisah, hal serupa juga dilakukan
oleh puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) Kabupaten Subang yang menggelar aksi penggalangan dana di bundaran Wisma
Karya dan Pasar Pujasera Subang.
Menurut Ketua Umum PMII Kabupaten Subang, Ade
Mahmudin bahwa hal tersebut bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan
Tinggi yang salah satunya adalah dilakukannya pengabdian kepada masyarakat.
“Pondok Pesantren Ibnu Fu’ad Pabuaran adalah
bagian dari entitas masyarakat. Apalagi didalamnya terdapat banyak siswa dan
santri yang sedang menuntut ilmu. Jadi, kami merasa tergerak untuk meringankan
beban mereka yang sedang kesulitan. Untuk itu, selain melakukan penggalangan
dana, saya instruksikan kepada seluruh kader PMII se kabupaten Subang untuk
menyumbangkan pakaian layak pakai yang kemudian kita sumbangkan kepada para
korban,” ungkap Ade.
Seperti diketahui, Pondok Pesantren Ibnu Fu’ad
yang terletak di Kampung Bangkuang, Desa/Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang
ludes terbakar pada hari Senin, 29 Oktober 2012, pukul 03.00 WIB dini hari.
Sedikitnya, 12 dari 24 ruang kelas dan asrama ludes terbakar.
Senin, 29 Oktober 2012
POCONG kecam institusi DPRD Subang
SUBANG- Puluhan Massa yang
tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten
Subang menggelar aksi unjuk rasa terkait refleksi hari sumpah pemuda ke-84 di
Kantor DPRD Subang, Senin/ 29/10/2012.
Dalam aksi itu mereka melakukan
aksi teatrikal dengan membawa "pocong" yang disimbolkan sebagai
bentuk tewasnya nurani para Pejabat dan Aparat pemerintahan. Selain itu mereka
juga meneriakkan yel-yel kecaman terhadap institusi DPRD dan menggelar tahlilan
dengan kalimat “Laa Ilaaha Illallah, DPRD musuh Allah”.
Mereka menilai, DPRD yang
befungsi sebagai pengontrol jalannya birokrasi, sudah gagal dalam menjalankan
tugasnya dalam mensejahterakan rakyat. massa menuntut para elit pemerintah itu
bertanggung jawab atas nasib yang iderita rakyat.
"Rakyat hari ini tidak butuh
bargain pollitik apapun, pembangunan harus segera dilakukan apapun
alasannya," kata Ketua Umum PMII Subang Ade Mahmudin.
Dalam aksi "Refleksi Hari
Sumpah Pemuda ke-84" itu mereka menuangkan sikapnya dalam 4 tuntutan,
yakni lembaga pemerintahan untuk taat konstitusi kembali ke jiwa sumpah pemuda,
dan menyediakan lapangan pekerjaan layak untuk pemuda.
Selain itu, mereka juga mendesak
segera menuntaskn RAPBD untuk merealisasikan pembangunan dan pro rakyat serta
tindak tegas oknum parat yang melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa
dan pemuda.
Setelah menggelar aksi di DPRD,
massa melanjutkan aksinya dengan konvoi menuju Polres Subang. Aksi ini sebagai
bentuk solidaritas terhadap insiden yang dialami kader-kader PMII Kota Banjar
yang menjadi korban refresifitas aparat polres kota banjar.
Dalam aksinya mereka menuntut dan
mengutuk keras
tindakan represif-kekerasan aparat polres Banjar terhadap massa aksi PMII Kota
Banjar. Mereka juga menuntut kepada Kapolres Banjar untuk meminta maaf kepada
PMII Kota Banjar dengan dimuat pada media lokal dan nasional selama 7 hari
berturut-turut.
“Saya menuntut
kepada Polda Jabar untuk mencopot Kapolres Kota Banjar selaku penanggung jawab
aparat setempat yang secara langsung melakukan pembiaran atas aksi kekerasan
yang dilakukan bawahannya juga menuntut kepada Kapolres Subang untuk mendukung
tuntutan kami diatas. Perilaku polres Banjar secara jelas gagalnya institusi
polri dalam transformasi kepolisian dalam melakukan reformasi. Lebih baik
bubarkan saja institusi kepolisian dan diganti dengan pramuka”. Pungkas Ade.
Langganan:
Postingan (Atom)









