Tujuan PMII

Tujuan PMII
Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Sabtu, 31 Maret 2012

Pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang Masa khidmat 2012-2016

Subang- Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid menghadiri prosesi pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Masa Khidmat 2012-2016 bertempat di Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati, Subang,Kamis (29/03).

Acara pelantikan yang bertemakan Aktualisasi Peran Dan Fungsi Gerakan Pemuda Ansor dalam Pemberdayaan Masyarakat ini dihadiri oleh ratusan kader GP Ansor dan Nahdliyin Kabupaten Subang serta sejumlah tamuundangan.

Menurut Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata bahwa selain berdedikasi terhadap keutuhan NKRI, GP Ansor Subang akan menjadi garda terdepan untuk mengawal nilai-nilai faham Islam Ahlussunnah Wal jama’ah, dan akan menyelenggarakan beberapa program yang akan memberikan pemberdayaan kepada masyarakat terutama bagi generasi muda.

“Ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah merupakan ruh perjalanan bangsa ini. Untuk itu, GP Ansor yang menjadi bagian di dalamnya harus benar-benar dibuktikan eksistensinya sebagai pengawal kedaulatan NKRI. Selain itu, program-program yang akan memberikan pemberdayaan kepada kawula muda tentunya menjadi prioritas utama,” ungkap mantan Ketua PMII Subang tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Hendrik Kurniawan bahwa sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama, peran GP Ansor sangat memberikan arti penting dalam mengawalperjalanan sejarah panjang Negeri ini.

“Sejarah telah membuktikan bahwa eksistensi GP Ansor yang dulu dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama substansinya adalah bagaimana GP Ansor memposisikan dirinya sebagai benteng Ulama. Dimana peran Ulama NU pada saat itu sangat berjasa dalam proses merebut kemerdekan dari kolonial penjajah. Apalagi, pasca kemerdekaan, Ulama NU sangat berjasa dalam perumusan Dasar Negara,” paparnya.

Sementara menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan bahwa GP Ansor harus benar-benar memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan ummat dan kader Ansor harus bisa menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing. Karena, masa depan Negeri ini terletak dipundak kader-kader Ansor.

“Untuk memulai hal itu, GP Ansor saat ini sedang mempersiapkan pemberdayaan potensi ekonomi warga dengan melakukan gerakan kebangkitan ekonomi warga Ansor dengan melakukan berbagai pelatihan.Dan santri-santri muda, habaib muda dan putra putra kiyai dari berbagai daerah saat ini direkrut menjadi pengurus PP GP Ansor NU, agar kelak ketika menjabat sebagai pengurus NU dapat memperkuat posisi syuriyah dan ini juga berlaku bagi pengurus Ansor di masing-masing tingkatan agar melakukan langkah yang sama. Karena, saya tidak ingin ada pengurus Ansor kemudian nanti jadi pengurus NU di jajaran syuriyah baca kitab kuning tidak bisa,” tegas Nusron.

Hadir dalam acara tersebut, Plt. Bupati Subang, H. Ojang Sohandi. Menurutnya, kehadiran GP Ansor harus benar-benar berbeda dengan organisasi lain karena GP Ansor adalah organisasi yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama yang sudah membuktikan eksistensinya dalam Ukhuwah Islamiyah, berbangsa, dan bernegara.

Selain Ojang, hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Subang, Mimin Hermawan dan Asep Nurhasan, oom abdurahman, dan sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang dan seluruh Banom serta ratusan kader GP Ansor se-Kabupaten Subang.

Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Masa Khidmat 2012 – 2016 dilantik oleh Bendahara Umum PP Ansor, Sahabat AAM Khoirul Amri didampingi oleh Wakil Sekjen PP GP ANsor Sahabat Muhtar.(ade)

Rabu, 14 Maret 2012

Aksi menolak Kenaikkan Harga BBM dan TDL


“Negeri yang tercatat sebagai negeri yang memiliki kekayaan minyak bumi, tapi kenapa rakyatnya malah gaduh gara-gara harga minyak naik”

Kebijakan pemerintah yang bersikukuh untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat tidak pro rakyat. Ironisnya, kebijakan tersebut diberlakukan ditengah kemiskinan yang masih melilit jutaan rakyat Indonesia Kebijakan ini sangat tidak populis dan menjadi rangkaian upaya penindasan yang berkepanjangan yang jelas-jelas akan memposisikan rakyat tak berharga sebagai warga negara. Hak-hak rakyat yang dipayungi konstitusi UUD 1945 tidak membuat kearifan pemerintah terbangun. Berbagai kebijakan hanya menjadi rangkaian upaya penindasan yang berkepanjangan.
Opsi yang dipilih pemerintah untuk menaikkan harga BBM sangat tidak pantas. Pemerintah sebaiknya melakukan kajian secara menyeluruh karena dari berbagai pengalaman kebijakan untuk menaikkan BBM tidak pernah berdampak positif bagi masyarakat. Sementara, Pemerintah berupaya akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin, tapi kami menganggap bahwa kemiskinan itu tidak bisa ditanggulangi dengan pemberian BLT. Untuk itu, kami PC PMII Subang menyatakan sikap dan menuntut:
  1. Menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)dan TDL. 
  2. Meningkatkan pengawasan terhadap sumber-sumber penerimaan pajak Negara 
  3.  Nasionalisasi aset-aset vital negara seperti perusahaan-perusahaan minyak dan gas yang selama ini dikuasai oleh pihak asing. 
  4. Pemerintah harus melakukan perekatan ikat pinggang dalam sektor-sektor birokrasi dan memangkas biaya birokrasi, serta lakukan efisiensi. 
  5. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang baik secara kelembagaan maupun institusi untuk menyatakan penolakan kenaikan harga BBM dan TDL kepada Pemerintah Pusat 
  6.  Jika SBY-Boediono tetap menaikkan harga BBMdan TDL, lebih baik SBY-Boediono gulung tikar (Mundur dari jabatannya sebagai Kepala Negara)

Wallahul Muwaffiq Ilaa aqwamith Tharieq,
Tangan terkepal dan maju kemuka...


Subang, 14 Maret 2012 

      

     ADE MAHMUDIN
     Ketua Umum

Minggu, 05 Februari 2012

Ade Mahmudin Nahkodai PMII Subang Masa Khidmat 2012 - 2013


SUBANG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang, menggelar Konferensi Cabang ke- IX  yang berlangsung di Gedung Serba Guna BB Padi, Sukamandi, Ciasem, Minggu (5/2/2012).

Acara yang dibuka Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang, Drs. H. Anang Jauharudin, M.Mpd yang dalam sambutannya mengatakan sejarah telah membuktikan bahwa PMII sebagai organisasi pengkaderan yang dimotori oleh semangat juang dan kesadaran mahasiswa merupakan organisasi yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Negeri ini.

“PMII sebagai salah satu organisasi yang lahir guna menjawab tuntunan zaman, adalah wahana yang tetap dalam upaya membina dan mengembangkan idealismenya sebagai aktualisasi dalam mengemban tanggung jawab sosial, intelektual, dan spiritual yang kemudian gagasan tersebut berimplikasi terhadap proses penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara,” papar Anang.
 
Dari hasil perkembagan kehidupan, lanjut Anang manusia dan ilmu pengetahuan termasuk bidang kebudayaan, yang dalam perkembangan budaya sangat dipengaruhi teknologi, sehingga dapat memberikan kontribusi psositif kepada masyarakat dengan majunya teknologi.

“Sudah selayaknya PMII, sebagai organisasi yang  terus berupaya untuk menyesuaikan kemajuan zaman tersebut, yang mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas dan mampu memberikan perubahan,” lanjutnya.

Selain dihadiri oleh ratusan anggota dan keder PMII yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi di Kabupaten Subang, Konfercab ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata, SE, dan beberapa Mantan Ketua Umum PMII Subang, yakni Suryana, S.Hi, Rohim Akbar, S.PdI, dan Zaenal Abidin, S.PdI. Serta dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat, Edi Rusyandi, S.PdI, dan Pengurus Besar (PB) PMII Departemen Kaderisasi Nasional, Cepy Aprianto, S.Sos, S.Pdi.

Pada Konferensi Cabang ke IX PMII Subang tersebut, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PMII Masa Khidmat 2012-2013 yakni Ade Mahmudin yang menggantikan Ketua Umum periode sebelumnya,  Fathurrahman. Serta terpilih Neneng Nurhasanah sebagai Ketua Korp PMII Putri (KOPRI PMII) Cabang Subang Masa Khidmat 2012-2013.

“Proses regulasi kepemimpinan yang terkejewantahkan dalam forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang ini bukan serta merta sebagai sarana pergantian estafet kepemimpinan semata. Tapi, bagaimana kemudian hasil konfercab ini mampu merekomendasikan gagasan-gagasan yang progresif dalam upaya berkontribusi kepada Masyarakat luas khususnya di Kabupaten Subang,” pungkas Ade Mahmudin Ketua Umum terpilih PMII Subang.

Sabtu, 07 Januari 2012

GP Ansor Subang Gelar Konfercab XIV




SUBANG – Asep Alamsyah Heridinata terpilih secara aklamasi menahkodai Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang masa khidmat 2012 – 2016 pada Konferensi Cabang (Konfercab,red) XIV GP Ansor Subang yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ghofarona, Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Sabtu, (7/1).

Konfercab yang bertemakan “Menata Gerakan, Membentuk Pemuda Mandiri” tersebut, diikuti oleh 30 Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang ada di Kabupaten Subang, dan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PC NU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, Rois Suriyah PC NU Subang, KH. Musa Muttaqien, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Komarudin Taher, Anggota DPRD Subang Fraksi Kebangkitan Bangsa, H. Sya’roni, Anggota DPRD Subang Fraksi Demokrat, Satibi dan dari perwakilan Banom PC NU Subang, seperti Fatayat, Muslimat, IPNU, dan IPPNU Subang, serta PMII Kabupaten Subang.

Menurut Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Subang yang juga sebagai pembuka Konfercab tersebut mengatakan dalam sambutannya bahwa regulasi kepemimpinan di tubuh GP Ansor Subang ini mestinya harus dijadikan sebuah momentum untuk bagaimana kemudian dijadikan sebagai jembatan dalam rangka harmonisasi dalam merealisasikan visi dan misi Nahdlatul Ulama.

“Saya sangat apresiasi sekali dengan kegiatan konfercab ini. Untuk itu, saya menyrankan agar lokasinya harus dilaksanakan di Pondok Pesantren sebagai langkah program-program PBNU yang telah digagas bahwa GP Ansor harus kembali ke Pesantren. Sebab, diakui atau tidak, Ansor sebagai anak kandung NU yang sudah mempunyai perjalanan sejarah yang panjang, mestinya harus mereevaluasi dan merevitalisasi agar apa yang menjadi visi misi Nahdlatul Ulama kembali dijalankan sehingga GP Ansor sebagai ujung tombak gerakan NU, mampu menempati posisinya yang berperan aktif dalam kancah gerakan nasional” ujarnya.

Musyfiq menambahkan, selain dijadikan sebagai perekat hubungan antara NU dengan GP Ansor dan Banom-banom lainnya, Konfercab XIV GP Ansor Subang ini juga merupakan sebuah langkah untuk terus melakukan rekrutmen kaderisasi yang saat ini sudah berjalan dan melakukan follow up terhadap kader-kader yang sudah direkrut tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Komarudin Taher bahwa selain merupakan regenerasi PC GP Ansor Subang, Konfercab ini mestinya harus dijadikan sebagai upaya kesadaran kolektif bahwa peran GP Ansor harus menjadi lokomotif dalam melakukan upaya-upaya pemberdayaan anggotanya sehingga mampu menempati posisi yang strategis disemua lini.

“Pada prinsipnya, sebagai anak kandung NU yang sudah dikatakan dewasa ini, GP Ansor sudah mengukir catatan sejarah yang terbilang cukup sukses dalam perjalanan bangsa ini. Kita rindu dengan kejayaan GP Ansor yang dulu pernah diukir oleh pendahulu-pendahulu kita. Untuk itu, momentum Konfercab ini mestinya kita kembali melakukan sebuah refleksi bagaimana kemudian dalam upaya menghidupkan organisasi harus ditunjangi dengan kemampuan berekspresi, berkomunikasi, dan menggagas program-program yang sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh kader GP Ansor,” paparnya.

Sementara Ketua GP Ansor Subang terpilih, Asep Alamsyah Heridinata mengemukakan bahwa dirinya sangat mengharapkan sinergitas hubungan yang baik dengan semua PAC GP Ansor di Kabupaten Subang. “Tidak ada kata lain selain ucapan terimakasih kepada semua PAC yang memberikan kepercayaan penuh kepada saya dalam memimpin GP Ansor Subang 4 tahun kedepan. Untuk itu, jalinan koordinasi dan komunikasi harus dijalankan dengan baik. Tanpa bantuan sahabat-sahabat PAC, apalah arti saya sebagai ketua terpilih,” pungkas Asep. (ade)

Rabu, 28 Desember 2011

PMII Subang dalam menyikapi Hedonisme dan Kerapuhan Karakter Mahasiswa


SUBANG - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) Kabupaten Subang menggelar diskusi tentang Hedonisme dan Kerapuhan Karakter Mahasiswa di Sekretariat PMII Subang, Jl. Rancasari Dalam Gang Dukuh III, Pamanukan, Rabu, (28/12).

Diskusi ini sengaja digelar mengingat saat ini Mahasiswa yang tercatat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia terlihat seperti seorang yang tidak mempunyai gagasannya sebagai tonggak perjalanan Bangsa
Indonesia. Karakter mahasiswa yang hedonis (bersenang-senang dikampus,red) merupakan ikon yang sering disebut-sebut dalam diskusi ini.

Menurut Ketua Cabang PMII Subang, Fathurrahman bahwa hedonisme Mahasiswa merupakan kabar buruk bagi dunia kampus di Indonesia. Karena hedonisme membawa kesenangan terhadap hal-hal yang bersifat sementara, sehingga orang terjebak untuk tidak mampu bersikap sabar.

“Dewasa ini mahasiswa lebih mencintai tayangan dan hal-hal yang bersifat entertainmen, gosip, jingkrak jingkrak menyaksikan konser musik rock, dan hal-hal yang melemahkan mereka dalam membangun kepribadian mereka sendiri. Dengan keadaan seperti ini, bagaimana seorang Mahasiswa bisa diharapkan ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara?,” ungkapnya.

Budaya hedonis ini lanjut Fathur, sangat berbahaya jika sampai mengarah pada pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup.

“Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan bahwa hidup ini hanya
sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. Di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas,” lanjutnya.

Fathur berharap di tengah gemuruh budaya hedonis ini, perlu kiranya menegakkan pendidikan integritas untuk menunjukkan kesatuan sistem yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan
kewibawaan.

“Integritas adalah satu kata yang mencakup sejumlah nilai yang kita pegang teguh, dan menjadi pedoman bagi tindakan kita. Pendidikan integritas tak selalu harus berupa mata kuliah tersendiri. Tetapi, justru nilai-nilai integritas yang merupakan pengaruh yang dapat menambah wawasan mahasiswa yang dapat muncul dalam berbagai mata kuliah yang diberikan di dalam perguruan tinggi. Sehingga kedepan seorang Mahasiswa itu  tidak terlalu sibuk dengan tugas-tugasnya yang kemudian bisa melek dengan kondisi keterpurukan yang ada ditengah-tengah masyarakat dan benar-benar mengaplikasikan tridarma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian terhadap masyarakat.,” pungkasnya. (adm)

Senin, 05 Desember 2011

Diskusi Rekayasa Sosial




SUBANG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menggelar diskusi tentang Rekayasa Sosial di Sekretariat PMII Jalan Gang Dukuh No 3, Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan, Senin (5/12).

Kegiatan ini sebagai upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kader-kader PMII Subang tentang Rekayasa Sosial yang kemudian materi ini mampu diinternalisasikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran dan telaah organisasi PMII.

Diskusi ini dihadiri oleh anggota-anggota PMII Subang perwakilan kader yang tersebar dari beberapa kampus dan perguruan tinggi di Kabupaten Subang yang terdiri dari STAI Miftahul Huda Subang, STKIP Subang, STIE Miftahul Huda Subang, dan Universitas Subang.

Menurut Pemateri diskusi ini, Zainal Abidin yang juga sebagai mantan Ketua Umum PMII Subang menuturkan kepada RAKA, bahwa terkait dengan Rekayasa Sosial, sebagai kader PMII juga  perlu memahami apa yang disebut dengan problem sosial dan problem individu.

“Sebuah proyek Rekayasa Sosial ditetapkan, itu karena adanya kondisi nyata yang tidak seperti apa yang diharapkan. Seperti misalnya ada keinginan kita untuk memiliki sebuah institusi pemerintahan dan system yang betul-betul menegakkan hukum, bebas dari intervensi asing dan mampu mensejahterakan masyarakat. Namun faktanya ternyata system kita adalah mandul dalam penegakkan hukum, selalu diintervensi asing dan gagal dalam mensejahterakan masyarakat. Maka disini ada ketidak sesuaian antara yang yang diharapkan dengan hal yang nyata. Dipandang dari sudut hal yang ideal dan nyata, kondisi real seperti ini yang disebut sebagai sebuah masalah sosial atau problem sosial,” ungkap Zainal.

Sementara menurut Ketua Umum PMII Cabang Subang Subang, Fathurrahman menuturkan bahwa diskusi ini adalah sebagai upaya pemberian pemahaman kepada kader PMII Subang agar dengan Materi Rekayasa Sosial ini mereka mampu membedahnya dalam perspektif telaah organisasi dan diinternalisasikan dengan faham-faham ke PMII an.

“Sampai hari ini banyak ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, dengan diskusi ini diharapkan mampu melahirkan sebuah essensi yang sekiranya bisa diaktualisasikan dalam bentuk nyata. Kedepan, anggota PMII jangan hanya berwacana, tapi harus benar-benar di buktikan dalam bentuk realisasi sebuah refleksi apapun bentuknya,” ungkap Fathur. (ade)

Open Turnamen Futsal



Subang - Kegiatan Open Turnamen Futsal Harapan Bangsa Cup resmi ditutup oleh Anggota DPRD kabupaten Subang, Mimin Hermawan di Gor Bintang Fantasi Pamanukan, Minggu (4/12).

Kegiatan Open Turnamen Futsal ini dilaksanakan oleh LSM Harapan Bangsa Subang yang bekerjasama dengan Kementrian Pemuda Dan Olahraga. Juga didukung oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang, Harian Radar Karawang, Radio GSP Pamanukan, dan Kajava Photografy.

Dalam penutupan acara dan penyerahan tropi juara, turut hadir juga Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Mimin Hermawan dan sekaligus sebagai pihak yang menutup kegiatan Open Turnamen Futsal ini.

Dalam sambutannya Mimin menyatakan sangat apresiasi sekali dengan penampilan anak-anak muda subang  yang sampai hari ini sangat kosentrasi terhadap kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat dan bermakna.

“Ini sangat luar biasa. Apalagi, kegiatan anak-anak muda diisi dengan kegiatan yang positif. Seharusnya, yang harus menggelar kegiatan ini adalah Pemda Subang. Tapi, inilah bukti anak-anak muda yang sangat peduli terhadap apa yang menjadi kemajuan dan tanggung jawab sebagai seorang pemuda,” ungkap Mimin.

Selain menyatakan dukungannya, Mimin berharap agar peran pemuda kedepan harus lebih dioptimalkan dan diupayakan agar anak-anak muda harus bisa mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang positif.

“Justru dengan anak-anak muda yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah sebuah indikasi upaya meminimalisir kenakalan remaja. Ini kan sangat luarbiasa. Daripada harus diisi dengan hal-hal yang negatif. Seperti minuman keras, perkelahian, judi, narkoba dan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, lebih baik diisi dengan kegiatan ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Panitia, Asep Alamsyah Heridinata. Bahwa pihaknya sangat bersyukur sekali bisa melaksanakan kegiatan ini berjalan tidak ada halangan yang berarti.

“Alhamdulillah, sejak 3 kemarin kegiatan ini berjalan tidak ada halangan apapun, tidak ada hal-hal yang memicu keributan dan berjalan sesuai dengan rencana. Mudah-mudahan kedepan, LSM Harapan Bangsa kembali mampu mengadkan kegiatan-kegiatan yang lebih manfaat dan lebih bermakna,” ungkap Asep.

Selain menggelar kegiatan ini, lanjut Asep, pihaknya juga akan terus berkomitmen dalam upaya mengoptimalkan peran dan tanggung jawab seorang pemuda.

“Sampai hari ini, hususnya di Kabupaten Subang peran pemuda sepertinya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Makanya kami mempunyai komitmen untuk mengangkat peran pemuda yang sebenarnya mempunyai kapasitas tersendiri untuk kemajuan kabupaten Subang sendiri. Buktinya, anak-anak tim yang berpartisipasi dalam kegiatan ini semuanya bagus-bagus dan memiliki bakat menjadi tim yang profesional,” lanjutnya. 



Setelah prosesi penutupan, penyerahan tropi juara diberikan kepada tim-tim yang menjadi juara. Untuk juara satu yang dimenangkan oleh Tim Futsal Mutiara Ciasem selain mendapatkan tropi, juga mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 4.000.000 Rupiah. Hadiah ini langsung diberikan oleh Mimin Hermawan. Untuk ranner up yang diraih oleh tim futsal Rizal Cell Mariuk, selain mendapatkan tropi, juga mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000 rupiah. Dan juara ketiga yang diraih oleh tim futsal Sumber Air Sukasari, selain mendapatkan tropi, juga mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 rupiah. (ade)